A place where expressions meet the feelings

1st May 2012

Post with 1 note

Biased

Johnny Depp once said,

“If you love two people at the same time, choose the second. Because if you really loved the first one, you wouldn’t have fallen for the second”


what if it’s not true?

what if it’s not love..yet?

what if I would regret that?

What if…

Tagged: love

18th March 2012

Photo reblogged from Mocha Café with 988 notes

mochacafe:

via ohsopictures

mochacafe:

via ohsopictures

Source: goo.gl

3rd January 2012

Photo reblogged from View Earth with 21,903 notes

cosmek:

Munnar, India (by davе)

cosmek:

Munnar, India (by davе)

Source: flickr.com

3rd January 2012

Photo reblogged from prettybooks with 177 notes

prettybooks:

(by Hannah)

prettybooks:

(by Hannah)

Source: Flickr / hanitious

3rd January 2012

Photo reblogged from everything-inspiring with 972 notes

everything-inspirin6:

Click here for more inspiring photos!

everything-inspirin6:

Click here for more inspiring photos!

Source: Flickr / mystic_sands

3rd January 2012

Post with 3 notes

Waspada NII

Hari Senin, sehari setelah Natal. Pukul setengah sepuluh pagi. Ketika orang-orang memilih bersantai dan menghabiskan waktu di rumah, saya sudah berada di halaman masjid Universitas Indonesia. Menunggu orang yang akan menjemput saya di sana. Berhubung sebenarnya kami janjian pukul sepuluh, mau tidak mau saya menunggu di masjid. Tapi kok ya tidak baik rasanya menunggu di masjid tanpa melakukan apa-apa. Saya beranjak dari halaman masjid dan bersiap untuk shalat dhuha.

Saya melangkahkan kaki ke lantai dua masjid. Suasana tampak lengang. Kompleks masjid UI terlihat tenteram dan damai. Hanya ada empat-lima perempuan di pojok kiri masjid, sepertinya sedang liqo. Di dekat tangga yang saya lewati, ada dua orang perempuan jilbaber yang sedang berbicara dengan serius. Saya tersenyum dalam hati. Suasana ini memang sangat cocok untuk  tidur  mendekatkan diri kepada Allah swt.

Saya sedikit menundukkan kepala dan membuat gerakan “permisi” ketika melewati dua perempuan yang sedang berbincang. Saya perhatikan, yang memakai kerudung cokelat nampaknya lebih aktif berbicara ketimbang yang memakai kerudung hijau kebiruan. Seru sekali kelihatannnya pembicaraan mereka. Saya berlalu dan ketika itulah saya mendengar mbak mbak kerudung cokelat (mari kita panggil mbak C) berkata kepada mbak kerudung hijau (mbak H), “Jadi, dibaiat itu..” deg! Saya terkejut mendengar kata-kata seperti itu diucapkan di masjid dan hanya berdua saja. Saya memang tidak mendengar kelanjutannya karena saya kemudian shalat dhuha, tetapi ucapan mbak C membuat saya tidak tenang dan tidak khusyu’ shalatnya (maafkan hamba ya Allah). Setahu saya, cuma ada beberapa kemungkinan seseorang membicarakan baiat berdua saja di masjid: (1) Membicarakan Imam Mahdi, (2) Membicarakan bahaya NII (Negara Islam Indonesia), (3) Mengajak orang masuk NII, (4) Nggak punya topik lain buat dibicarakan. Yang poin pertama dan keempat tidak mungkin, jadi saya berharap poin kedua yang sedang dibicarakan mereka berdua.

Selesai shalat, berhubung saya masih menunggu dan masih penasaran (hehe), saya memutuskan untuk duduk tak jauh dari mereka berdua dan berpura-pura main hp sambil tidur. Tidak baik rasanya saya suuzan, jadi lebih baik saya nguping (maafkan hamba lagi ya Allah) pembicaraan mereka berdua. Memang tidak terdengar dengan jelas, namun ada beberapa kata yang saya dengar cukup jelas.

“… jadi, kita harus infaq. Nah, kenapa infaqnya hukumnya fardhu ‘ain?” Nah lho. Sekarang si mbak C membahas infaq, infaqnya fardhu ‘ain (wajib) pula! Saya mulai yakin ini masalah NII.

Sekedar informasi, NII atau Negara Islam Indonesia adalah suatu aliran yang dianggap sesat lantaran menjadikan pemimpin mereka sebagai Nabi (kita semua tahu bahwa dalam Islam, Nabi Muhammad saw. adalah Nabi terakhir yang diutus oleh Allah swt. di muka bumi ini). Selain itu, terdapat beberapa hukum yang membuat NII jelas-jelas sesat, seperti menganggap bahwa umat Islam yang tidak termasuk golongan NII adalah kafir (please deh), setiap anggotanya diwajibkan (fardhu ‘ain) untuk membayar infaq (dalam Islam, infaq adalah suatu sunnah, yang dianjurkan namun jika tidak dilakukan tidak menjadi dosa. Dosa besar justru ketika membuat hokum yang sunnah menjadi wajib.) kepada pemimpin mereka, dan bahwa mendapatkan uang dengan cara apapun dibolehkan asal melakukannya kepada golongan selain NII (jadi kalau orang Islam yang lain dicuri uangnya sama anggota NII dianggap tidak masalah. God!).

“Jadi begini Mbak. Mbak tahu kan, yang di Palestina, di negara-negara Islam yang lain umat Islam sedang diserang? Mbak pasti mau kan nolongin sesame umat Islam?” pancing mbak C kepada mbak H. Mbak H mengangguk. “Nah, karena kita tidak mungkin menolong dalam bentuk fisik seperti langsung datang, ktia diwajibkan untuk mengeluarkan infaq ini untuk membantu mereka, Mbak.” Saya yang nguping jadi bingung. Bantu sih boleh, tapi kalau diwajibkan begitu kan aneh.

Saya mendengarkan lagi. Sekarang topiknya meluas ke arah kapitalisme dan sosialisme. Mbak C menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah dijajah oleh kapitalisme negara-negara barat. Ia juga menambahkan, Indonesia sudah tidak baik sebagai suatu negara. Waduh.

“Nah, sekarang coba Mbak baca ini,” ternyata si mbak C memiliki semacam buku panduan dan mbak H sedang memegang fotokopian dan pena, “Negara Islam adalah negara yang terikat secara perasaan dan berada dalam naungan hokum Islam.” Samar-samar saya juga mendengar ucapan mbak C, “insya Allah kami akan proklamasikan..” astagfirullah.

“Nantinya juga ada kampung Islam, Mbak. Masyarakat kecil ada di kampung itu dengan kepala desa yang menjalankan hokum Islam dan diimplementasikan dalam kampung. Seperti misalnya, kalau ada yang mencuri, akan dilihat dulu, kenapa mencuri? Seperti itu kira-kira,” jelas mbak C panjang lebar. Jujur, sepanjang menguping saya jarang sekali mendengar suara mbak H selain ketika ia berkata “iya” atau “nggak”.

Sayangnya saya tidak bisa mendengar percakapan mereka lebih lanjut. Akan tetapi, saya sempat memotret beberapa kali. Insya Allah ketika hp saya yang sekarang rusak (mau nangis) ini sudah membaik, akan saya upload ke blog dan saya update.

Mungkin saya terkesan suuzan atau berburuk sangka. Tetapi, jika ada dua orang yang membicarakan hal-hal di atas, mau tidak mau tentu saya curiga. Satu-satunya hal yang saya sayangkan adalah sedikitnya pengetahuan saya mengenai NII dan aliran sesat lainnya, sehingga saat saya berada dalam situasi seperti itu, saya tidak dapat memotong pembicaraan mereka dan berargumentasi. Ditambah dengan pakaian saya yang kalah jilbaber dari mbak-mbak berdua, tentu mbak H malah mungkin akan meragukan saya dan membela mbak C. Menyadari kelemahan saya, saya hanya bisa diam dan menceritakan kejadian ini melalui tulisan.

Jadi kesimpulannya, pembaca sekalian yang cantik atau ganteng, diharapkan untuk berhati-hati ketika diajak untuk mengikuti pengajian tertutup ataupun pertemuan tertutup seperti itu. Bisa saja Anda akan diajak untuk masuk ke aliran sesat seperti NII. Pokoknya pengajian ataupun perkumpulan apapun yang tiba-tiba meminta infaq wajib harus langsung dihindari sebelum terjerumus. Insya Allah kita akan selalu dilindungi oleh Allah swt. Amin. Saya harap tulisan ini sedikit membantu, dan meningkatkan kewaspadaan kita terhadap berbagai bentuk aliran sesat di Indonesia.

Tagged: NII

22nd December 2011

Photo

Happy Mother’s Day :)

Happy Mother’s Day :)

22nd December 2011

Post reblogged from Peziarah di Ranah Asing with 10 notes

Dear Mom…

abd-muaz:

Mom, I’m lost without you

you are an angel, and I’m still a little boy

                  Mom, you are a prayer

                 and I’m just a burden on your shoulder

Mom, you are a candle in the dark,

and I’m always hanging on your flame

                     Mom, I’m fully blessed and blissful to have you.

A.Muaz

Cibubur, 22 Dec 2011

#Indonesia Mother’s Day

Source: abd-muaz

4th December 2011

Photo reblogged from everything-inspiring with 3,239 notes

Source: inspiring-pictures.com

17th November 2011

Photo reblogged from Mocha Café with 4,165 notes

mochacafe:

via ohsopictures

mochacafe:

via ohsopictures

Source: mochacafe.info